Selasa, 18 Oktober 2016

Memberikan Pelayanan Kepada Pelanggan

Pelayanan Prima 

 

Pengertian Pelayanan Prima 
Pelayanan Prima (excellent service) adalah suatu pelayanan terbaik dalam memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan. Dengan kata lain, pelayanan prima merupakan suatu pelayanan yang memenuhi standar kualitas.

Faktor - Faktor Pelayanan Prima  
  • Sikap (attitude) yaitu perilaku atau perangai yang harus ditonjolkan ketika menghadapi pelanggan.
  • Perhatian (attention) yaitu kepedulian penuh kepada pelanggan.
  • Tindakan (action) yaitu berbagai kegiatan nyata yang harus dilakukan dalam memberikan layanan kepada pelanggan.
  • Kemampuan (ability) yaitu pengetahuan dan keterampilan tertentu yang mutlak diperlukan untuk menunjang program pelayanan prima.
  • Penampilan (appearance) yaitu penampilan seseoarang baik yang bersifat fisik maupun nonfisik. 
  • Tanggungjawab (accountability) yaitu suatu sikap keberpihakan kepada pelanggan sebagai suatu wujud kepedulian. 
Tujuan Pelayanan Prima 
  1. Untuk menimbulkan kepercayaan dan kepuasaan pada pelanggan. 
  2. Untuk menjaga agar pelanggan merasa dipentingkan dan diperhatikan segala kebutuhannya.
  3. Untuk mempertahankan pelanggan agar tetap setia menggunakan barang/jasa yang kita tawarkan.
Karakteristik Pelayanan 
  • Pelayanan bersifat tidak dapat diraba, pelayanan sangat berlawanan sifatnya dengan barang jadi. 
  • Pelayanan pada kenyataannya terdiri atas tindakan nyata dan merupakan pengaruh yang bersifat tindakan sosial. 
  • Kegiatan produksi dan konsumsi dalam pelayanan tidak dapat dipisahkan secara nyata, karena pada umumnya terjadi dalam waktu dan tempat yang bersamaan.
Hal -Hal Yang Harus Diperhatikan Agar Penampilan Serasi 
  • Penampilan serasi dengan riasan wajah.
    Penampilan serasi dengan busana dan aksesori yang baik.
    Penampilan serasi dengan kepribadian dan ekspresi wajah yang baik dan manis.


    sumber : (Modul Memberikan Pelayanan Kepada Pelanggan) 


Selasa, 11 Oktober 2016

Taman Gantung Babilonia

Sejarah Taman Gantung Babilonia 

 

Taman Gantung Babilonia (dikenal pula sebagai Taman Tergantung Semiramis) dan tembok-tembok Babylon adalah salah satu di antara Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang terletak di Al-Hillah, 50 kilometer selatan Baghdad, Irak di sebelah tebing timur Sungai Euphrates.

Taman ini dibangun oleh Nebukadnezar II, cucu Raja Hammurabi yang terkenal, sekitar tahun 600  SM sebagai hadiah untuk istrinya yang merindukan rumahnya, Amyitis. Amytis merindukan pohon-pohon dan tanaman wanginya di Persia, sedangkan dalam tulisan lain dikatakan bahwa istri Nebukadnezar II bernama Amuhia dan ia berasal dari Nusantara.Taman ini diperkirakan hancur sekitar 2 abad sebelum masehi. Kemudian Taman gantung ini di dokumentasikan oleh sejarawan Yunani seperti Strabo dan Diodorus Circulus.

Lembaran sejarah paling tua yang mencatat karya arsitektur yang dilengkapi taman sebagai wujud cinta kasih terhadap seseorang yang sangat disayangi adalah di Mesopotamia, Irak purba. Dalam catatan Herodotus, seorang penulis Yunani kuno, disebutkan bahwa saat Raja Nebukadnezar II yang menjadi raja di Kerajaan Babylon baru (605-562 SM), telah memerintahkan untuk membuat taman gantung yang sangat indah, sebagai hadiah kepada Amytis, sang permaisuri yang sangat disayanginya.

Taman gantung merupakan wujud arsitektur pertamanan khas Mesopotamia, yang telah dikenal rakyat Mesopotamia sejak masa pemerintahan Raja Hammurabi di Kerajaan Babylon lama (1792-1750 SM). Di antara bangunan-bangunan kota yang tinggi mencuat di permukaan tanah itulah biasanya ditanami tanaman-tanaman yang indah, sehingga dari kejauhan terlihat seperti taman yang menggantung.

Taman gantung yang dibangun Raja Nebukadnezar II yang puncak kejayaannya sekitar 612 SM, kemudian menjadi sangat terkenal ke seluruh penjuru dunia dan dikagumi rancangannya hingga kini. Taman Gantung Babylon ini kemudian menjadi monumen agung Kerajaan babylon yang tiada duanya. Luas taman ini diperkirakan 4 are (1 acre = 4046.86 m²). Wujud arsitekuralnya sangat unik, karena bertingkat-tingkat. Taman ini ditanami berbagai pepohonan indah dan dilengkapi sistem pengairan hingga ketinggian 100 meter di atas permukaan tanah. Dari puncak taman ini dapat disaksikan pemandangan di sekeliling Kerajaan Babylonia.

 

sumber :  (https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Gantung_Babilonia)

Selasa, 20 September 2016

Pendirian Usaha

Pendirian Usaha 

Saat mendirikan usaha, diperlukan persiapan yang matang terkait dengan usaha yang hendak didirikan. Sebagai langkah awal dalam mendirikan usaha, setiap wirausahawan harus mempersiapkan segala sesuatu untuk mendirikan sebuah badan usaha.  
Didalam mempersiapkan pendirian usaha, calon wirausaha harus membuat dan menuangkan pokok pokok pikirannya yang mencakup: 
  1. Nama Perusahaan 
  2. Lokasi Perusahaan 
  3. Komoditas yang diusahakan
  4. Konsumen yang akan dituju
  5. Pasar yang akan dituju 
  6. Partner yang akan diajak bekerja sama
  7. Personel yang dipercaya untuk membantu menjalankan usaha
  8. Jumlah modal yang akan dibutuhkan dan yang tersedia 
  9. Peralatan yang diperlu disediakan 
  10. Penyebaran promosi  
Dalam menentukan bentuk usaha, setiap wisausaha sebaiknya memperhatikan minat dan kepribadian yang dimilikinya.Setelah menentukan bentuk usaha yang akan dikembangkan, seorang wirausahawan perlu menelaah serta memahami kelemahan dan kekuatan yang ada padanya. Oleh karena itu diperlukan banyak hal yang harus dipersiapkan secara matang. Ada banyak faktor pendirian usaha yang wajib diketahui oleh wirausahawan, diantaranya sebagai berikut. 

  1. Faktor Pendirian Usaha 
  2. Faktor Lingkungan Internal dan Eksternal
  3. Situasi Lingkungan Usaha
  4. Faktor Pertimbangan Khusus
  5. Proses Perencanaan Pendirian Usaha 
  6. Kegiatan Memulai Usaha

Prosedur Pengurusan Izin Usaha 
Setiap Jenis usaha harus memiliki izin usaha. Izin usaha penting untuk dimiliki agar usaha yang dikembangkannya berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah. Usaha yang tidak memiliki izin usaha tentu akan menimbulkan masalah kelak di kemudian hari. Oleh karena itu, setiap wirausahawan harus mengurus izin terlebih dahulu sebelum mereka memulai membuka usaha. Dalam mendirikan usaha yang berbadan hukum, ada beberapa langkah atau prosedur yang perlu diketahui diantaranya sebagai berikut :

  1. SITU (Surat Izin Tempat Usaha)
  2. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
  3. TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
  4. NRB (Nomor Rekening Bank)
  5. AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) 
  6. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  7.  
     sumber: (Modul Kewirausahaan SMK)

    Selasa, 13 September 2016

    Sekaten


    Hasil gambar untuk sekaten

    SEKATEN 

    Sekaten atau upacara sekaten berasal dari kata Syahadatain atau dua kalimat syahadat adalah acara peringatan ulang tahun nabi Muhammad SAW yang diadakan pada setiap tanggal 5 bulan Jawa Mulud (Rabiul Awal tahun Hijriah) di Alun-alun utara Surakarta dan Yogyakarta. Upacara ini dahulu dipakai oleh Sultan Hamengkubuwana I, pendiri kraton Yogyakarta untuk mengundang masyarakat mengikuti dan memeluk agama islam. 

    Pada hari pertama, upacara diawali saat malam hari dengan iring-iringan abdi dalem (punggawa kraton) bersama dengan dua set gamelan Jawa Kyai Nogowilogo dan Kyai Gunturmadu. Iring-iringan ini bermula dari pendapa Ponconiti menuju masjid Agung di Alun-alun Utara dengan dikawal oleh prajurit Kraton. Kyai Nogowilogo akan menempati sisi utara masjid Agung, sementara Kyai Gunturmadu akan berada di Pagongan sebelah selatan masjid. Kedua set gamelan ini akan dimainkan secara bersamaan sampai dengan tanggal 11 bulan Mulud, selama 7 hari berturut-turut. Pada malam hari terakhir, kedua gamelan ini akan dibawa pulang kedalam Kraton. 

    Acara puncak peringatan Sekaten ini ditandai dengan Grebeg Muludan yang diadakan pada tanggal 12 (persis di hari ulang tahun Nabi Muhammad SAW) mulai jam 08.00 hingga 10.00 WIB. Dengan dikawal oleh 10 macam bregada (kompi) prajurit Kraton: Wirabraja, Dhaheng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Nyutra, Ketanggung, Mantrijero, Surakarsa, dan Bugis. Sebuah gunungan yang terbuat dari beras ketan, makanan, dan buah-buahan serta sayur-sayuan akan dibawa dari istana Kemandungan melewati Sitihinggil dan Pagelaran menuju masjid Agung. Setelah didoakan, gunungan yang melambangkan kesejahteraan kerajaan Mataram ini dibagikan kepada masyarakat yang menganggap bahwa bagian dari gunungan ini akan membawa berkah bagi mereka. Bagian gunungan yang dianggap sakral ini akan dibawa pulang dan ditanam di sawah/ladang agar sawah mereka menjadi subur dan bebas dari segala macam bencana dan malapetaka.


    sumber : www.google.com


    Selasa, 06 September 2016

    Puisi

    Pada Suatu Hari Nanti 

    Supardi Djoko Damono     

    Pada suatu hari nanti 
    Jasadku tak akan ada lagi 
    Tapi dalam bait bait sajak ini 
    Kau tak akan kurelakan sendiri

    Pada suatu hari nanti 
    Suaraku tak terdengar lagi 
    Tapi diantara larik larik sajak ini 

    Kau akan tetap kusiasati 
    Pada suatu hari nanti 
    Impianku pun tak dikenal lagi
    Namun di sela sela huruf sajak ini
    Kau tak akan letih letihnya sendiri